Beribu kata

catatan
Selasa, 08 Februari 2016
at :meja bulat rumah Malang

Terdapat beribu kata dalam kamus tapi tak ada satupun kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan di dalam hatiku ini. Aku hanya bisa tersenyum sambil menahan air mata yang terus berusaha keluar karena bahagia.

Selalu, keyakinan bahwa Allah SWT telah merencanakan semua dan akan memberikan hambaNya apa apa yang terbaik itulah yang membuat kami bertahan dan yakin hari esok akan lebih baik selama kami juga memberikan usaha  terbaik yang bisa kami lakukan.

Dan hari ini aku memenuhi sedikit impian ibuku untuk mempunyai mesin jahit untuknya bekerja. Sudah dari lama beliau menginginkan itu, tapi baru sekarang keinginan itu terpenuhi. Sebagai anak yang bisa mewujudkan impian ibunya hal itu merupakan kebagaian tersendiri untuku. entah kata apa yang seharusnya aku gunakan disini.

Aku bisa melihat gimana senengnya ibuku setelah akhirnya kami beli mesin jahit buat compatible jahit kaos, dan itu full pakai uangku. Buat aku sendiri itu bukanlah hal yang masalah, maksudku why not? aku belum berkebutuhuan yang untuk makai uang itu. jadi buat aku sendiri di pakai buat apapun selama itu masih bisa dan ga harus ngutang ga masalah.

tapi ibuku sendiri  yang seperti apa perasaan beliau, beliau bilang dulu saja beliau tidak pernah memberikan apa apa keinginaku dan sekarang yang aku lakukan memberi beliau banyak. Aku sendiri berfikir selagi aku masih bisa maka akan aku lakukan apapun untuk ibu dan adek, kalau memang kemarin kemarin aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan setidaknya aku bisa mendapatkan apa apa yang mereka inginkan. Aku berada disini, di titik ini pun karena mereka bukan untuk sesuatu hal lain yang bisa terbilang untuku sendiri tapi memang untuk keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Sbelum ini pun, ibu aku ragu ragu buat pakai uangku untuk memperbaiki rumah, padahal kalau aku sendiri pun tak masalah uang itu dipakai buat apapun. Aku yang selalu mendorong beliau untuk mau memakai uangku. dan akhirnya rumah yang dari dulu terlihat tak berpenghuni dari luar di perbaiki, sudah tak ada lagi bocor sana sini ketika hujan, sudah tak ada lagi bekas air mengalir di tembok yang putih, sudah tak ada lagi seng yang akan bergerak kesana kemari ketika angin datang ( munkin itu sebagain masih ada), cat tembok sudah ganti jadi cerah dan memang terlihat bahwa ada orang yang tinggal di dalamnya.

saat adeku mengirimpak foto rumah yang sudah di perbaiki, aku hanya bisa diam memandangi hp ku sambil menahan air mata, akhirnya kami bisa juga benerin rumah. hanya itu yang bisa aku katakan. tak kerukur rasa syukur ini kepada Allah SWT, tak pernah terbayang bisa melakukan semua ini secepat ini.

Yaa Allah.. nikmat mana lagi yang kami dustakan….

Hanya KepadaMu kami memohon dan hanya kepadamu kami meminta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s