Aku benci Kembali

catatan
Selasa 14 Feb. 17
at bus perjalanan keJakarta

Aku benci kembali karena tak sanggup pergi lagi. Itu kalimat sebuah iklan, entah iklan apa aku lupa, tapi yang pasti aku nonto iklan itu waktu aku merantau di jakarta. Dan itu benar, kadang bukan karena aku tak ingin pulang tapi karena tahu kalau aku pulang akan berat untuku kembali lagi atau bahkan mungkin ketika sudah di rumah tak mau aku kembali menghadapi kerasnya tahan rantau sementara aku sendiri juga tahu bahwa aku harus kembali, maka dari itu lebih memilih untuk tidak kembali dan tinggal di tanah rantau dan menghadapinya.

Tanah rantau, tak pernah sedikitpun dalam benaku ada keinginan untuk meninggalkan rumah sebelumnya. Aku suka merencanakan apa apa yang aku inginkan dengan matang, semasa sekolah sudah kugambarkan bahwa setelah sekolah hanya ingin tinggal di rumah bersama ibu bapak dan kemudian mendapatkan pekerjaan sekenanya untuk membantu meringankan mereka dan menjalani kehidupan ku dengan santai saja, tak ingin begitu ribet ribet. Tapi Allah SWT berkehendak lain.

Disini lah saya berada sekarang, dalam rangkaian perjalanan panjang menuju tahan rantau. Bukan lagi merantau di tahan ibukota malah jauh terbang ke negeri orang. Membangun mimpi di antara beribu harap, menyiapkan kehidupan diantara kerasnya jalan. Hanya satu hal yang selalu ada dalam benak ini yang aku sendiri tak tahu apa jawabannya, “bapak bakal bilang apa yaa??” untuk beliau yang selalu mendukungku dan tak pernah melarangku untuk melakukan apa yang aku suka, untuk beliau yang selalu mendukung dengan senyuman, untuk beliau yang tak pernah menghentikan kreatifitaskan meskipun itu berarti merusak properti pribadinya. Aku ga tau apa jawaban pertanyaan itu, aku hanya berandai, jika saja belau masih ada mungkin akan memberikan senyuman itu, empat tahun sudah tapi terkadang aku masih membayangkan akan mendapat telpon darinya dan berkata untuku terus berusaha. Dan itu yang aku lakukan.

Kami tidak pernah diajarkan untuk menyerah ataupun takut, kami hanya diajarakn untuk berhenti untuk kemudain berlari lebih kencang lagi. ( semoga saya tidak lupa caranya untuk berhenti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s